ACARA AKIKAH

Aqiqah merupakan transliterasi dari aqiqah yang berarti pengurbanan hewan dalam syariat islam sebagai suatu penebusan seorang bayi yang telah dilahirkan. Biasanya akikah akan dilakukan pada saat 7 hari kelahiran anak, namun kalau keluarga belum punya uang bisa dilakukan setelah lebih dari 7 hari bahkan 4 bulan anak lahir.

Akikah adalah ibadah yang dilakukan oleh umat Islam mengandung unsur perlindungan dari setan yang dapat mengganggu anak yang terlahir yang maknanya sesuai dengan Hadist “setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya”. Sehingga, anak yang telah ditunaikan aqiqahnya Insya Allah lebih terlindung dari gangguan setan yang sering mengganggu anak-anak. Pelaksanaan aqiqah akan lengkap jika ada sesembelihan kambing atau domba.

Menurut Ibu Sunre warga dari Tumpiling Sulawesi Barat hikmah dari akikah adalah:

1.     Menghidupkan sunah Nabi Muhammad S.A.W dalam meneladani Nabiyyullah Ibrahim alaihissalam tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail alaihissalam,

2.     Dalam akikah ini mengandung unsur perlindungan dari syaitan yang dapat mengganggu anak yang terlahir itu,

3.     Berdoa syafaat bagi kedua orang tuanya kelak pada hari perhitungan.

4.     Merupakan bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dianugerahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan lahirnya sang anak.

5.     Akikah sebagai rasa gembira dalam melaksanakan syari’at Islam & bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.

6.     Menanamkan nilai Islam kepada si anak, kelak dia dewasa akan terus mengingat Allah, dan nabi Muhammad S.A.W.

Menurut Ibu Irmayanti warga dari Desa Galeso Sulawesi Barat hikmah dari akikah adalah:

Akikah dilakukan juga untuk mpemberian nama kepada si anak.

Makna akikah belum diketahui pada zaman dahulu, tetapi mengingat kembali tradisi dari nenek moyang makanya dilakukan sampai saat ini, yang merupakan kebiasaan dari nenek moyang dahulu, dengan membaca surah al-fatiha dalam alquran. Kalau jaman dahulu akikah dilakukan pada usia tua bukan pada saat bayi, namun seiring perubahan jaman maka usia akikah anak dilakukan pada saat bayi. Pemotongan rambut hanya dilakukan oleh orangtua adat, maknanya seperti di Mekkah kalau mau naik haji harus potong rambut dulu, sesuai anjuran nabi Muhammad, jadi anak-anak supaya sah menjadi Islam. Jadi di Islam harus di akikah dulu baru bisa disunat.

Setiap keluarga pasti sangat bahagia dan bersyukur atas kelahiran seorang anak. Orang tua akan mempersiapkan apapun untuk si anak yang baru lahir, termasuk mendoakan si anak bersama seluruh keluarga besar dan para tetangga. Perayaan besar yang dilakukan untuk anak tersebut disebut akikah. Indonesia beragam budaya, setiap suku punya perlakuakan yang berbeda terhadap apa yang mereka yakini dan imani tetapi dengan makna yang sama. Akikah adalah acara besar yang dilakukan masyarakat Bugis, Mandar, di Sulawesi barat yang beragama Islam, bahkan di seluruh Indonesia yang beragama Islam merayakan akikah bagi anaknya. Warga desa akan tolong-menolong untuk mempersiapkan akikah anak.

Semua warga setempat akan sibuk mempersiapkan acara dengan sedemikian rupa dengan berbondong-bondong mengerjakan. Gotong royong yang masih sangat kental bagi masyarakat Indonesia adalah suatu hal yang sangat baik untuk dilestarikan seterusnya. Selama empat hari persiapan untuk akikah. Persiapan mulai dari buat kue-kuean seperti roti kenari, roti kacang, bolu gulung, bolu keju, kue manis, bandang, dan masakan lain seperti palokko, ayam, udang, dan banyak lagi.




            Yang dipersiapkan pertama sekali pada acara akikah oleh warga Galeso: beras ketan hitam, kuning, merah, putih, pakai lilin dibambu dibuat sendiri (seperti obor), bambu yang sudah dibelah belah bukan lagi utuh, pisang raja akan dimakan bersama-sama warga yang rajin bekerja pada saat akikah, kue-kuean (kue Mandar, cucur terbuat dari tepung, daun kelpaa utk ketupat nadi, ketupat ayang, ketupat yipi, bolu, doko-doko, ikan tompi-tompi yang punya 3 sudut).

 

 Gambar 1. Menggunting rambut si anak oleh ahli agama, dengan beberapa bacaan Alquran.

                     

Gambar 2. Daun sirih (ota) yang disediakan juga untuk acara akikah


 

 Gambar 3. Bale (ikan) yang dibakar untuk dimakan oleh para tau undangan

 

                             Gambar 4. Beberapa hidangan makanan pada saat akikah.

 

 

 

 

 

 


   

 

Gambar 5. Sokko (makanan khas Bugis)

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suku kajang