Suku kajang

Suku Kajang berada tepat di provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Bulukumba, Kecamatan Kajang, Tana Toa. Aku memulai perjalananku dari Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Jarak tempuh yang sangat jauh menggunakan transportasi darat sekitar 12 jam. Aku naik travel dari Polman sampai di Makassar dengan ongkos 150 ribu. Aku berangkat dari Polman sekitar pukul 08.00 Wita dan sampai di Makassar pukul 15.00 Wita. Sehari sebelum ke makssar aku sudah memesan travel lanjutan dari Makassar ke Kajang, orang lokal Kajang. Waktu tempuh Makassar ke kajang sekitar 4 Jam kurang lebih. Aku berangkat ke Kajang bareng kakakku dari Makassar, kami diantar oleh kak Adi, salah satu supir Orang kajang, yang juga orang asli suku kajang. Awalnya kami mengira bahwa di kajang itu ada penginapan untuk tinggal beberapa hari, nah ternyata ka Adi bilang bahwa di Kajang tidak ada penginapan, setelah kami diskusi panjang di mobil, akhirnya kak Adi tawarkan untuk tinggal di rumahnya dan juga akan diantarkan ke tempat Ammatoa Kajang. Salah satu pengalamanku yang sangat berkesan. Kami sampai di Kajang sekitar pukul 01.00 Wita, itu sudah larut malam, keberuntungan masih memihak kepada kami karena kami bersama orang baik yang mau memberi kami tumpangan di rumahnya. Tujuan kami ke Kajang adalah untuk kunjungan, merasakan keaslian, dan tradisonalnya suku kajang, yang masih melestarikan hidup minimalis, tanpa gadget, pakaian berwarna hitam dan putih, dan keunikan lainyya. Tidak ada tujuan lain selain daripada itu. Suku Kajang masih terkenal dengan kehidupan tradisionalnya, hidup di alam yang asri, tanpa listrik, tanpa alat alat teknologi, dan pakaian serba hitamdan putih. Nah ternyata guys, gak semua suku Kajang itu masih tradisional, apalagi gak pake gadget. Sekarang atau beberapa tahun yang lalu suku Kajang sudah banyak yang keluar dari dalam Ammatoa, sehingga mereka yang di luar Ammatoa sudah bisa menggunakan hal hal maju, teknologi, pakaian warna lainnya. Meskipun banyak orangtua yang tetap memilih untuk melestarikan budaya mereka dengan berapakaian serba hitam, berbahasa lokal, tidak mengggunakan gadget. Suku Kajang juga terkenal dengan banyak ilmunya, bisa mengobati dilakukan oleh Ammatoa yaitu kepala suku di Kajang dalam, kalau ada keperluan untuk pengotaban silakan datang ke Kajang dalam. Keunikan lainnya adalah alamnya yang sangat asri, sejuk, banyak hal hal sakral seperti kuburan, pohon, tanaman, rumah dll. Kembali ke kami yang sudah sampai di rumah kak Adi, di rumahnya ada istri, anak, ibu, dan kakaknya yang sudah menyambut kami dengan sangat baik dan ramah. Mereka semua memberi sambutan hangat kepada kami yang motabene tidak mengenal mereka sama sekali, mereka memberi kami makan, dan juga cerita cerita seru dari Kajang. Kami akan selalu mengingat kebaikan mereka, semoga mereka sehat selalu. Suku Kajang punya banyak falsafah hidup, filosofi kehidupan, alat alat tradisoanal dll. Bentuk rumahnya juga unik, termasuk bagian dalam rumah. Arah rumah suku Kajang dalam mengarah ke arah kiblat, ,tanpa terkecuali. rumah panggung yang besar, muat banyak keluarga, warna rumah yang tidak mencolok, dan kebiasaan kebiasaan mereka sehari hari. Warna yang mereka pakai adalah semua warna gelap dan putih. semua warna gelap yang paling gelap. Warna gelap bagi mereka punya banyak makna diantaranya yang sudah aku tanyakan dari orang lokal adalah waktu malam hari, dan terbenamnya matahari yang mengingatkan manusia kepada kematian, serta kesetaraan bagi semua manusia tanpa membeda medakan status sosial. Warna putih adalah waktu disiang hari, dan terbitnya matahari yang mengingatkan manusia akan kelahiran. Tidak ada warna yang terbaik selain warna gelap. Suku Kajang memiliki paham kesetaraan sosial. Tidak ada istilah pamer harta, orang kaya, orang miskin, semua sama. Kalau mau ke Tana Toa kajang kamu akan mendapatkan banyak pelajaran hidup yaitu Falsafah hidup, rumah adat, seni musik, tarian, Ritual adat, Hutan adat, dan Kuliner.

Komentar